Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas Lembong, Mengunjungi Kantor Pusat Freelancer

Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas Lembong, mengunjungi Kantor Pusat Freelancer.com di Sydney pada tanggal 15 Maret 2016. Bersama anggota delegasinya, Pak Lembong membahas perihal bisnis dan teknologi yang sedang berkembang saat ini dengan Matt Barrie - CEO Freelancer.com, serta Willix Halim selaku Senior VP of Growth, yang kebetulan orang Indonesia.

Delegasi Menteri yang terdiri atas 35 orang diterima dengan hangat di kantor Freelancer.com di Sydney, dimana 110 staf berada, dan delapan orang staf diantaranya adalah orang Indonesia termasuk WillixHalim. Kantor Freelancer adalah satu-satunya perusahaan yang dikunjungi oleh Menteri selama kunjungannya ke Australia. Delegasi ini disambut oleh Matt Barrie - CEO Freelancer.com, WillixHalim - Senior VP of Growth, dan Deputi CFO - Christopher Koch.

s5vAyGzmsw1Vlxl38SAJRysQ6a5j9AKV2ki9Manmc-adDQ1ycGimCTDg5Um2qWrL2J4N9YmdTx2If9ErjgGkAiLDC6VQM9I4HPA8m6A_oaKG8hujAfuBhRpxFGF1G-jBTL_1lM8PFrjXvVy4gA
CEO Freelancer.com, Matt Barrie, dan Thomas Lembong - Menteri Perdagangan Indonesia sedang berdiskusi di Kantor Pusat Freelancer di Sydney, Australia; ditemani oleh Willix Halim - Senior VP of Growth (berbaju merah), salah seorang dari banyak orang Indonesia yang bekerja di Freelancer
 
8bcNB2_Lv6HSZgeURt6IE6SpKdS1OgwMtmNvN9_yapxGpady-tmSzNzpeKGcpHw2poaTuoU_BjB3pIr-reEYR2yQmVoWagNQHDEkymCSOJszvdcBrz6JBsL51GoXVTDJHT3eKX90GOKODv11Yw
CEO Freelancer, Matt Barrie, bersama dengan delegasi Menteri Perdagangan Indonesia

Barrie dan Halim menghabiskan waktu berbincang-bincang dengan Menteri Lembong mendiskusikan marketplace Freelancer.com, yang memiliki 1 juta pengguna dari Indonesia dan memiliki lebih dari 18 juta pengguna secara global. Freelancer.com telah mengubah jutaan hidup banyak orang dari berbagai belahan dunia dengan menyediakan pekerjaan dalam lebih dari 900 kategori pekerjaan yang beraneka ragam.

Kunci Penting dari Kunjungan ini

Menteri Lembong berbagi informasi tentang program e-commerce roadmap yang baru saja diluncurkan di Indonesia, yang didasarkan pada dua prinsip:

  • Regulasi ringan yang memungkinkan pengusaha mengembangkan model-model bisnis serta bisnis-bisnis baru yang inovatif tanpa terhalang oleh birokrasi.

  • Safe harbour - yang membuat pengusaha bisa mencoba hal-hal baru tanpa harus takut jika startup inovatifnya gagal dan berpotensi masuk penjara karena melanggar peraturan yang mungkin sudah ketinggalan jaman.

Menteri Lembong mengatakan, dibawah kepimpinan Presiden Jokowi, dia sangat terkesan dan tidak pernah melihat adanya birokrasi yang bergerak begitu cepat seperti sekarang, “menabrak berbagai tabu/pantangan” dan menyelesaikan berbagai hal. Beliau mengatakan bahwa Presiden Jokowi “suka berbicara apa adanya” dan “hal tersebutlah yang menabrak berbagai tabu/pantangan”.

Menteri Lembong lebih jauh menyatakan bahwa beliau merencanakan untuk membuat investasi di Indonesia lebih mudah, cepat, dan bersahabat. Beliau mengutarakan beberapa hal yang mungkin akan dilaksanakan termasuk diantaranya:

  • Untuk segera memungkinkan universitas-universitas di Australia untuk mendirikan kampus di Indonesia, yang saat ini masih dilarang. Dia memperkirakan bahwa saat ini kurang lebih 3-6 miliar dollar dihabiskan orang Indonesia untuk biaya pendidikan di Australia. Ini akan menjadi kesempatan yang luar biasa bagi kedua negara untuk bekerjasama, dan kesempatan yang luar biasa bagi universitas-universitas Australia
  • Hal ini akan menjadi sangat penting dalam bidang pelatihan kejuruan karena Presiden Jokowi berencana membuat “10 pulau Bali”, dan Indonesia akan membutuhkan tenaga kerja ahli di berbagai bidang dimana ketersediaannya saat ini masih terbatas.
  • Untuk melihat potensi cara mengurangi biaya modal startup dan waktu bagi perusahaan-perusahaan asing untuk berdiri secara legal di Indonesia. Saat ini, sebuah perusahaan PMA yang akan didirikan, dengan kepemilikan 100% asing, membutuhkan 10 milyar rupiah (sekitar $1,2 juta US Dollar) sebagai modal agar bisa berdiri.

CEO Freelancer, Matt Barrie, dan Menteri Lembong membicarakan tentang sejumlah besar inisiatif-inisiatif teknologi yang dibuat oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia Jokowi, antara lain:

  • Hackathons nasional – Salah satu acara semacam ini adalah Hackathon Merdeka (hackathonmerdeka.id dibuat oleh code4nation.id), dimana semua menteri kenegaraan Indonesia diminta untuk mendukung para peserta dalam mengembangkan solusi untuk permasalahan negara yang paling mendesak seperti contohnya korupsi.

  • Program Lapor Presiden - Disini isu-isu dialihdayakan untuk ditujukan bagi Presiden agar bisa diberikan jalan keluar dan memungkinkan orang-orang dari seluruh Indonesia untuk mengajukan laporan tentang berbagai masalah, memberikan mereka kesempatan memilih untuk mendukung atau tidak, dan melaporkan hal tersebut agar ditangani oleh Presiden.

Barrie pertama kali mendengar tentang program-program ini ketika melakukan wawancara di panggung dengan Ainun Najib, pendiri Code4Nation, dalam konferensi SydStart pada tahun 2015. Hal ini menginspirasi beliau untuk menghubungi Kantor Perdana Menteri Australia dan menyarankan hackathons nasional Australia. Pada acara Hackathon Merdeka 2.0- 2015, Freelancer.com menjadi penyelenggara "Kota Indonesia  ke-28" di kantor pusat Freelancer dimana orang-orang Indonesia yang tinggal di Australia diundang untuk berpartisipasi.

Selama kunjungannya, Menteri Lembong juga membuat berbagai pengamatan pada bisnis teknologi dan inovasi dalam pemerintahan, menyoroti peningkatan jumlah Menteri Indonesia yang berpengalaman secara signifikan di sektor swasta.

Serupa dengan 'Growth Sprints' yang digunakan dalam perusahaan-perusahaan teknologi seperti Freelancer.com, pemerintah Indonesia telah menyusun 10 paket kebijakan terpisah sejak awal, termasuk pembentukan kerangka hukum untuk reformasi sekuritas dan pasar tenaga kerja. Fokus dalam hal ini telah memberikan dampak dan laju perubahan.

0MwUv-o_9Mg1SgOy6q_J9sjcKqGoZY6vScI74Km_KtZxHqqu5ET9I8FVzuv4eWXYXdgiBD93hR9oR_oANFBuJABiKXhix4eWpL0tRoLXiCxO80FrHFUCbqXaWvZnfbnISLltr-IWGqzF31tgFw
Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas Lembong, dan Senior VP of Growth di Freelancer, Willix Halim

Kantor Freelancer.com untuk Jakarta sekarang dalam pengembangan, dan akan segera merekrut tim untuk layanan dukungan lokal, teknisi, dan data science. Country Manager kami untuk Indonesia telah mengoperasikan kantor kecil disana dan akan segera memperbesarnya di tahun 2016.

Konferensi SydStart/StartCon pada tahun 2015, sebagai konferensi startup dan growth terbesar di Australia, yang diselenggarakan oleh Freelancer.com, menampilkan 3 pembicara utama dari Indonesia:  Achmad Zaky dari Bukalapak.com (C-to-C marketplace terbesar di Indonesia), Ainun Najib dari kawalpemilu dan Diajeng Lestari dari Hijup.com. Matt Barrie dan Willix Halim juga sedang mencari dan akan membawa delegasi dari bidang teknologi dan growth di Indonesia untuk hadir dan menjadi pembicara pada konferensi tersebut tahun ini, yang akan diselenggarakan di bulan November di Sydney's Royal Randwick Racecourse.

Tentang Bapak Thomas Lembong

Bapak Lembong diangkat sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia pada bulan Agustus tahun 2015. Sebelum penunjukannya, ia menjabat sebagai Managing Partner dan CEO Manajemen Quvat, sebuah perusahaan swasta dana ekuitas yang berbasis di Singapura yang mengelola reksadana investasi di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Sebelum bergabung dengan Quvat, Pak Lembong memiliki pengalaman yang luas dalam sektor keuangan, sektor publik, dan pernah bekerja untuk Morgan Stanley, Deutsche Bank dan  perusahaan -perusahaan besar lainnya.

 

Hire A Freelancer In Seconds

Looking to get some work done? Hire the world's best Designers, Developers, and Copywriters in just a few clicks.

Nikki Hernandez
Nikki Hernandez Staff

Wired and Inspired | Content Coordinator, Freelancer.com

I'm the coordinator of Freelancer's Case Study Program. I write inspirational success stories of employers and freelancers. When not busy writing, I play video games.

Next Article

Indonesian Minister of Trade Thomas Lembong Visits the Freelancer HQ